Sabtu, 20 Februari 2016

Armada Indonesia Dipersiapkan Rusia dan China Untuk Menghadapi Negara Negara FPDA




Penguatan militer Indonesia akhir akhir ini mungkin menimbulkan tanda tanya ada apa gerangan yang akan terjadi di Indonesia ?. Peningkatan anggaran militer sampai ratusan trilyun rupiah disertai pembelian alutsista dilengkapi TOT (Transfer of Technology) menimbulkan kesan bahwa Indonesia seakan sedang menghadapi situasi genting.




Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kawasan saat ini sedang bergejolak. Peningkatan aktivitas militer China di Laut China Selatan (LCS) yang memprovokasi negara negara FPDA (Five Power Defence Arrangements) yang terdiri dari Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Inggris telah memanasi Amerika Serikat untuk memindahkan sebagian Armada Ke-7 nya ke Australia pada sekitar tahun 2019-2020.

Armada ke-7 USA ini memiliki komposisi 60-70 kapal perang, 300 pesawat tempur dan militer, serta 40.000 prajurit Marinir dan Angkatan Laut. Suatu kekuatan militer yang lumayan kuat.

Apa sebenarnya tujuan kepindahan sebagian Armada ke-7 USA ini ke Australia ?. Yaitu untuk persiapan menginvasi Indonesia jika Australia terancam olehnya.

Seperti diketahui bahwa sejak jatuhnya Rezim Suharto maka Indonesia tidak lagi berkiblat kepada USA tapi lebih condong ke Blok Timur yang notabene adalah Rusia dan China. Hal ini telah membuat Australia terancam, karena posisi Indonesia yang tepat berada di depan hidungnya. Ibaratnya Indonesia tinggal mencolok mata Australia jika Indonesia memang ingin berseteru dengannya.

Hal ini menyebabkan Australia melakukan aksi penyadapan untuk terus memantau gelagat dan kekuatan Indonesia. Aksi penyadapan ini tidak hanya berlaku untuk Indonesia, tetapi juga kepada Jerman, Brazil, Malaysia, dan lain lain. Kenapa negara lain terlibat ?. Karena negara negara yang disebut itu juga memiliki hubungan dengan Indonesia.

Brazil memasok Super Tucano dan MLRS Astross 2. Jerman memasok MBT Leopard, dan Malaysia karena memiliki hubungan historik yang kuat dengan Indonesia pun turut dimata matai saking sensitifnya Australia ini.

Sehingga mereka juga menjadi target penyadapan. Hal itu menyebabkan bocornya kekuatan militer kita yang dipasok diantara negara negara tersebut.

Akan tetapi Indonesia tidak perlu khawatir karena pemasok utama alutsista kita adalah Rusia dan China dimana dianggap aman untuk menyembunyikan kekuatan militer kita yang sebenarnya. Inilah pentingnya Indonesia untuk lebih merapat lagi kepada China dan Rusia sebagai pemasok senjata kita. 

Karena kekuatan kita akan tetap tersembunyi dan membuat jantung tetangga selatan tetap berdegup kencang setiap hari. Oleh sebab itu, kepindahan Armada USA ke Australia ini untuk memback up Australia yang dianggap kekuatan militernya belum siap menghadapi Indonesia sendirian.

Tentu saja kekuatan itu dapat membahayakan keutuhan NKRI. Oleh sebab itu, Rusia dan China yang menganggap Indonesia sebagai sekutunya secara gencar memperkuat militer Indonesia jika tidak ingin sekutunya ini hilang. Berbagai alat perang baik yang dipublikasikan maupun tidak telah mulai mengalir diberikan dengan kompensasi kredit lunak jangka panjang dan sistem barter. 

Kekuatan Militer Indonesia pun saat ini berakselerasi menjadi yang terkuat di kawasan. Dari mulai kekuatan udara, darat sampai ke laut terus dilengkapi oleh Rusia dan China untuk menghadapi agresi militer USA dan sekutu FPDA nya. Diharapkan pada saat thn 2020 nanti kekuatan militer Indonesia dapat membuat USA dan FPDA berpikir seribu kali untuk menginvasi Indonesia jika tidak ingin wilayah mereka juga DIANEKSASI oleh Indonesia....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar